Kamis, 27 November 2008

Desember = Natal???

Baru-baru ini saya berulang tahun, wah senangnya...ada doa, hadiah, surprise, bahkan "lumpur" hasil outbond pun jadi hadiah yang menyenangkan...

salah satunya adalah hadiah dari ke empat sahabat saya, yaitu sebuah buku yang berisi ilustrasi-ilustrasi karangan seorang bapak alumnus salah satu sekolah tinggi teologia di Jogja yang namanya juga rada mirip dengan dosen spiritualitas saya, namanya Stefanus purnomo..hehe

salah satu ilustrasi yang saya baca menulis begini :

Istilah NATAL tu sebenarnya berasal dari barat, sebelumnya tanggal 25 desembar diperingati sebagai hari "Matahari muncul kembali" lalu diubah menjadi hari kelahiran yesus menyesuaikan dengan agama Kristen yang kemudian muncul...

saya berpikir kemudian lalu siapa yang menentukan tanggal 25 sebagai hari dimana Yesus lahir? tetapi itulah yang namanya budaya, kadang-kadang bisa dirubah meskipun jarang dapat dirubah, dan jika tidak dapat dirubah maka manusia yang dihidup di jaman yang selanjutnya harus bersedia menerima semacam doktrin yang sudah ada sejak dulu.

Tapi ini bukan perkara kasihan kita yang hidup sekarng yang harus menerima kenyataan bahwa tanggal 25 desember itu hari natal...tetapi yang menjadi pertanyaan yang terus saya gumulkan adalah bagaimana akhirnya kelahiran Yesus itu dipahami ya???

begitu kalender menunjukkan bulan Desember, Lagu Jingle Bells, Noel, White Chrismast, dll udah beredar dimana-mana...kedengarannya menyenangkan ya...
apalagi mall-mall mulai menggelar spanduk besar dengan tulisan DISKON GILA-GILAAN, up to 70%...wah wah wah, baju baru is coming....

waduh-waduh kalo gitu Natal itu senang-senang doank ya???
cuma senang-senang aja???
pernahkah kita berpikir untuk merenung sejenak bahwa ada banyak juga orang lain yang adalah sesama kita ternyata tidak dapat bersenang-senang seperti kita...
Klise banget ya?tapi itu kenyataannya...menurut kita, dengan kasi duit di jalanan udah cukup.. tapi waktu kasi pake perasaan ngga?atau dilempar dari jendela mobil yang terbuka saja hanya setengah??

Jogja ini adalah kota yang sangat jelas menunjukkan kepada saya tentang orang yang membutuhkan tapi tidak mendapat apa yang dibutuhkan, justru orang-orang itu dianggap malas berusaha dan tidak mau bekerja keras...kasiannya!!!!

silakan bagi yang ingin berkomentar, mungkin anda memiliki hasil refleksi yang lebih baik dari saya...:)

Tidak ada komentar: